PDF ☆ BOOK Unfinished Journal Fantasteen ☆ GWAIRSOFT

TEXT Unfinished Journal Fantasteen

PDF ☆ BOOK Unfinished Journal Fantasteen ☆ GWAIRSOFT ô [Read] ➱ Unfinished Journal Fantasteen Author Fauzi Maulana Hakim – Gwairsoft.co.uk Perang nuklir yang sangat dahsyat terjadi pada tahun 2065 banyak korban berjatuhan dan hanya sedikit Negara yang bisa bertahan Indonesia termasuk salah satu Negara Ku tinggal di Bandung dan sekarang adalah tahun 2093 tahun yang menurutku merupakan masa masa terkelam umat manusia Saat ini kami hidup di dalam kubah buatan yang kami sebut ‘kota’ Dunia luar sangat mengerikan udara menipis dan terasa berat bahkan sudah sangat kotorAku sendirian dan putus asa Aku tidak bisa lagi me Bukunya bagus Ga nyesel udah beli ini Sinopsisnya sumpah Bikin tertarik Tapi berhubung gue ga suka akhirnya yang ya begitulah Kalo mau tau baca aja Gue cuma ngasih rating tiga buat buku ini

Fauzi Maulana Hakim ¸ Unfinished Journal Fantasteen PDF

Maknai hidup Aku sama sekali tak berdaya menghadapi semua ini Aku ingin semua segera berakhir itulah pikiranku sebelum bertemu Profesor Erid beliau memiliki sesuatu untuk mengubah keadaan dunia ini yaitu sebuah tabung aneh yang oleh beliau disebut kendaraan kendaraan yang bisa mengubah sejarah dan dinamakan mesin waktu Gilaak Dalam usia yang masih muda pengarang sudah mengimajinasikan keadaan di bumi puluhan tahun kemudian Sungguh sangat ekstrim Pesan untuk menjaga bumi oun sangat mudah ditangkap Untuk pemilihan bahasa jujur ada yang kurang seperti terlalu kekanakan? Mungkin karena ini fantasteen yang tentunya pengarangnya masih muda jadi pemilihan katanya bisa diperluas lagi

MOBI Õ Unfinished Journal Fantasteen ¸ Fauzi Maulana Hakim

Unfinished Journal FantasteenPerang nuklir yang sangat dahsyat terjadi pada tahun 2065 banyak korban berjatuhan dan hanya sedikit Negara yang bisa bertahan Indonesia termasuk salah satu Negara yang menjadi korban perang tersebut Untunglah para penduduknya masih sanggup bertahan setelah melewati tahun tahun yang seperti nerakaNamaku Ardi Nurdiana a Ardi Nurdiana anak berumur 16 tahun berasal dari Bandung Indonesia Dia tinggal bersama kedua orangtuanya di masa depan serta mempunyai seorang kakak bernama Abimanyu Kakanya adalah seorang peneliti lingkungan dan bekerja di Palembang Ardi bercerita bahwa Bumi yang ditempatinya sudah sangat kacau Pasokan air dan udara menipis Lapisan ozon sudah banyak yang berlubang serta kutub kutub Bumi tidak lagi sebagaimana mestinya Hal ini mengakibatkan badai matahari mampu mencapai permukaan Bumi Ya yang kacau di sini terutama adalah lingkungan Dari prolog nya bisa disimpulkan jika penulis lebih banyak melihat masa depan dari sudut kerusakan lingkunganKonflik di novel ini bekisar tentang bagaimana Ardi dan keluarganya bertahan hidup Semua menjadi semakin susah saat Walikota memberlakukan peraturan baru yaitu pembelian oksigen Tidak tanggung tanggung setiap kepala berusia di atas 21 tahun dikenakan tagihan oksigen sebesar 3 juta rupiah untuk per bulannya Ironisnya penghasilan ayah Ardi hanya 2 juta per bulan Konsekuensi bagi yang tidak bisa membayar adalah dikeluarkan dari Kota Bandung Bukannya enak Saat itu sepertinya setiap kota memiliki semacam kubah untuk melindungi penduduk dari radiasi matahari Nah otomatis jika keluar dari kota Bandung atau pun kota lainnya sama dengan mati karena keluar dari kubahMenurutku menulis tentang masa depan memang memerlukan imajinasi yang luas Kita harus melingkupi beberapa aspek Respon pembaca pasti beragam Mereka pasti ikut mencoba membayangkan dunia yang penulis paparkan Selain beberapa typo yang kutemukan saranku sebaiknya penulis berusaha menggali lebih dalam agar tidak terjadi ketimpangan pada isi ceritanya Pun sepertinya penulis perlu memperbaiki caranya untuk bernarasi karena ada saat aku merasa “ini agak bertele tele”Ya buku ini memang mencoba memasuki ranah futuristik dan cukup inspiratif meskipun masih banyak detail yang harus diperhatikan Namun ini adalah Fantasteen Penulisnya berumur 16 tahun saat buku ini diterbitkan Well mampu menerbitkan buku diusia 16 tahun itu menurutku patut di acungi jempol Lagipula ini buku pertamanya Aku yakin karyanya selanjutnya akan lebih manis dari ini Complete review